![]() |
| Penulis, Akhmad Muhaimin Azzet |
Ada orang yang bekerja dari pagi sampai malam, kemudian hartanya melimpah, sehingga ia pun menjadi kaya. Akan tetapi, apakah semua orang yang berhasil seperti itu benar-benar bisa merasakan kebahagiaan hidup? Ada yang bisa merasakan kebahagiaan dan tidak sedikit pula yang masih saja merasakan gelisah dan kekurangan. Lebih menyedihkan lagi, harta berlimpah, kekayaan menumpuk, namun cobaan selalu datang seakan tiada henti, misalnya, anak nakal, tersangkut narkoba, suami atau istri melakukan selingkuh, atau menderita sakit yang berganti-ganti dan tak kunjung merasakan sehat secara sempurna.
Ada orang yang sudah bekerja dengan giat. Bahkan, ibarat pepatah, membanting tulang segala (tidak usah membayangkan betapa sakitnya) atau menjadikan kepala jadi kaki dan menjadikan kaki jadi kepala (ini juga tidak perlu dibayangkan bagaimana jadinya karena hanya pepatah untuk menggambarkan betapa giat seseorang dalam bekerja). Akan tetapi, hidup masih saja dalam kekurangan. Aliran rezeki seakan mendapati banyak hambatan sehingga belum bisa mengalir dengan deras. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bersifat sekunder, kebutuhan hidup yang bersifat primer saja masih sulit terpenuhi dengan baik.
Memerhatikan kenyataan sebagaimana tersebut, ternyata ada pelajaran penting yang dapat kita petik. Bekerja dengan sungguh-sungguh memang bisa menjadikan seseorang kaya, namun belum tentu orang tersebut mampu menikmati semua kekayaannya dengan hati yang bahagia. Bekerja yang sungguh-sungguh kadang tak juga membuat seseorang kaya, seakan masih ada yang salah dalam hal cara ia meraih apa yang diinginkannya, sehingga garis hidupnya masih saja dalam kekurangan. Jika demikian, bekerja dengan sungguh-sungguh bukan satu-satunya jalan bagi seseorang untuk memperoleh kekayaan dan kebahagiaan. Perlu ikhtiar lain agar seseorang meraih kekayaan sekaligus kebahagiaan, yakni memohon kepada Allah SWT.
Memohon kekayaan kepada Allah Swt. dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melalui amalan dan doa. Amalan adalah melakukan perbuatan baik, yang berupa perilaku, bacaan, atau ibadah tertentu dalam rangka memperoleh rahmat dan ridha dari Allah SWT. Sedangkan doa adalah memohon, baik itu berupa harapan, permintaan, maupun pujian kepada Allah SWT. Memohon kepada Allah—yang berupa amalan dan doa—perlu dilakukan oleh seseorang yang ingin menjadi kaya agar lebih mudah memperoleh apa yang diinginkannya dan bisa menikmatinya dengan hati yang bahagia.
Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet

Terima kasih ustadz atas ilmunya, Insya Allah bermanfaat bagi kita
BalasHapus